SEPULUH TAHUN LALU SUDAH
Aku kenang hari ini tanpa air mata
Aku sapa jalanan ini tanpa ada lagi rasa
Aku usap peluh di siang ini, tapi tak lagi basah
Satu persatu harap itu punah sudah
Sepuluh tahun lalu sudah,
Asa itu aku semai
Diantara lapar, nanar, dan aneka kesah
Tapi benih itu tak kunjung mekar
Binar warga kota yang kini buyar
Deru sepatu matikan bunga-bunga di sekujur trotoar
Aku di sini mencoba mengenangmu
Sebisaku
Pada dedaunan yang kuyu dihantam panas mesiu
Pada jerit panik yang kemudian kaku
Pada maha duka yang lunglai oleh harap yang sangat
Walau kemudian?
Sepuluh tahun berlalu sudah
Jerit harap itu nampaknya kini berlalu sudah
Namun aku ingin tetap berbisik
Namamu akan tetap ada di dalam catatan sejarah
Dan biarlah
Biarlah sudah
Merahputihku
Kukerek setengah
13 Mei 2008
(Imam Baehaqie Abdullah)


0 komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda..