Rabu, 03 Juni 2009

Puisi

SEPULUH TAHUN LALU SUDAH

Aku kenang hari ini tanpa air mata

Aku sapa jalanan ini tanpa ada lagi rasa

Aku usap peluh di siang ini, tapi tak lagi basah

Satu persatu harap itu punah sudah

Sepuluh tahun lalu sudah,

Asa itu aku semai

Diantara lapar, nanar, dan aneka kesah

Tapi benih itu tak kunjung mekar

Binar warga kota yang kini buyar

Deru sepatu matikan bunga-bunga di sekujur trotoar

Aku di sini mencoba mengenangmu

Sebisaku

Pada dedaunan yang kuyu dihantam panas mesiu

Pada jerit panik yang kemudian kaku

Pada maha duka yang lunglai oleh harap yang sangat

Walau kemudian?

Sepuluh tahun berlalu sudah

Jerit harap itu nampaknya kini berlalu sudah

Namun aku ingin tetap berbisik

Namamu akan tetap ada di dalam catatan sejarah

Dan biarlah

Biarlah sudah

Merahputihku

Kukerek setengah

13 Mei 2008

(Imam Baehaqie Abdullah)

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda..

Template by:
Free Blog Templates