Sabtu, 05 Juni 2010

Penanaman pohon di bukit sempora



Linggapura-sebanyak 924 bibit pohon ditanam dibukit sempora yang terletak di dukuh Bligo kelurahan linggapura kecamatan tonjong kabupaten brebes (05/06/2010). “sebanyak 924 bibit pohon terdiri dari 524 bibit pohon jati, 200 bibitpohon dukuh dan 200 bibit pohon jati”ujar ketua panitia zaenul wildan. “lingkungan bukan hanya tanggung jawab segelintir orang saja/ dinas terkait saja tetapi juga semua elemen masyarakat juga harus ikut bertanggung jawab” tambahnya.

kegiatan penanaman pohon ini diselenggarakan oleh Radio komunitas Kalingga FM linggapura dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup, bekerjasama dengan instansi terkait seperti muspika Tonjong, dinas kehutanan, dinas pertanian dan dinas lingkungan hidup kabupaten brebes. Wakil Bupati Brebes yang rencananya akan dating dalam acara ini tidak jadi karena ada pada saat itu beliau harus menghadiri acara yang lain. dalam sambutannya yang diwakili oleh kepala dinas lingkungan hidup menyatakan, “lingkungan diindonesia khususnya dikabupaten brebes sudah tidak asli lagi, akibatnya iklim mengalami perubahan yang fluktuatif atau tidak menentu. hal ini juga disebabkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri dan berujung pada pemanasan global” katanya.

kegiatan ini juga dihadiri oleh kelompok mahasiswa pecinta Alam (KMPA) Faktapala STAIN Purwokerto dan SHIBO dari pelajar Bumiayu. mereka menyambut baik kegiatan ini. “kami sangat mendukung penanaman pohon ini karena hal ini bisa memicu rasa peduli kepada masyarakat agar lebih peduli lagi dengan keadaan lingkungan kita”kata caca salah satu anggota KMPA Faktapala Purwokerto.

Rawan Longsor

bukit sempora yang berada di dukuh bligo ini merupakan daerah perbatasan kecamatan Tonjong dan kecamatan sirampog, dukuh ini juga rawan bencana alam terutama longsor. sudah 2 kali dukuh ini terkena longsor dan mengakibatkan satu rumah hancur dan harus direlokasi. dengan adanya penanaman pohon ini diharapkan jangan hanya semangat menanam tetapi juga semangat memelihara juga ditingkatkan, agar bisa berlangsung berkesinambungan. “ bligo merupakan daerah rawan bencana alam terutama longsor, diharapkan bukan hanya semangat menanam, tetapi juga semangat memelihara” ungkap kepala desa linggapura Jauhari rahmat dalam sabutannya kemarin.(faiz)

Rabu, 31 Maret 2010

SEMPORA: Mesin Air Linggapura

Melihat Linggapura yang kini penuh sesak dengan rumah-rumah yang saling menyerobot untuk maju, jalanan nampak kinclong dengan aspal dan semen, kita seperti dibuai rona sebuah kota. Tapi di balik itu, kita sebetulnya tengah diseret pada sebuah petaka.

JANUARI telah lama lalu, Februari masih di tengah jalan, langit di sekujur P. Jawa masih terus mengguyur bumi dengan hujan. Hal se rupa terjadi juga di Linggapura. Kisah mu sim hujan tak lagi monopoli bulan mber-mberan, tetapi menjadi semakin mengacak.
Selain mengacak musim, air hujan juga nampak kian segan singgah ke perut bumi. Bangunan yang kian padat, ditingkahi ham paran semen dan aspal telah mnghalangi fungsi pori-pori bumi. Ada kesan kuat bah wa, kita ingin menandai kemajuan dan pembangunan yang telah mereka capai.
Dan entah siapa yang mengajari, pembangunan, modernisasi dan kemajuan sepertinya hanya dapat diwakili dengan besi, aspal, beton dan juga plastik. Lumut, endut, tlepong sapi, jaran dan kebo, begitu pula jerami, ani-ani, godong gedang dan jati secara bertahap namun pasti, dipersilahkan menepi. Materi-materi dari alam yang mudah diolah itu seakan dianggap sebagai wakil dari masa silam, kemunduran, keterbelakangan, juga kejumudan.
Sampai kini, kita nampaknya masih le ngah akan akibat “pemujaan” pada aspal, beton, besi, dan plastic dalam kehidupan sehari-hari. Tapi cobalah panjenengan sesekali membandingkan dalamnya sumur kita hari ini dengan beberapa tahun silam.
Sepuluh tahun lalu, mungkin masih 5-7 M, tapi kini, boleh jadi sudah 10-15 M, atau lebih. Dan kita tidak tahu, berapa 10-20 tahun kedepan, ketika kita telah renta.
Dengan alasan belok, becek dan agar awet, kita telah melumuri jalanan dengan aspal dan semen. Pada saat yang sama, kita juga kian pelit untuk menyisakan ruang dan waktu untuk menanam pepohonan. Kini, kaum Ibu juga tak lagi gemar membawa tas kalau belanja. Godong jati dan pisang yang dulu kita pake mbungkus nasi dan gorengan tempe serta dagebal, kini telah kita ganti dengan plastic.
Padahal, plastic kresek, di samping ber acun, apalagi bila diisi makanan panas, baru akan hancur di alam setelah 150 tahun. Filter rokok, butuh 17 tahun, pipa paralon, butuh 85 tahun dan sebagainya.
Dan apa yang terjadi setelah tumpukan semua persoalan itu?
Bila musim kemarau, air di Linggapura begitu mudah langka. Mungkin telah lebih dari dua dasawarsa, halimun (kabut) tak lagi singgah di desa kita. Udara terasa semakin panas. Kunang-kunang juga tak lagi ada. Begitu pula sejumlah jenis burung dsb
Lalu, adakah sedikit jalan yang kita punya untuk mengendalikan semua keburukan yang kadung kita kerjakan?
Jawabnya tentu saja ada. Selain menghentikan semua laku buruk, kita juga punya satu titik yang bisa kita jadikan pijakan. Dan titik itu adalah Sempora.
Pegunungan kecil yang dikepung tujuh dukuh itu dalam peta besar Linggapura tak ubahnya sebagai mesin air. Dengan sedikit rekasa dan kerjasama dengan para pemilik lahan tentu saja, kawasan ini juga cukup menjanjikan untuk dijadikan obyek agrowi sata. Dengan demikian, 5-10 mendatang, kita, Insya Allah akan menuai manfaat ber lipat ganda. Jadi kenapa tidak kita coba?l

Kamis, 11 Maret 2010

Aparat Diminta Lebih Serius Tangani Narkoba

BUMIAYU - Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes dan jajaran Kepolisian diminta lebih serius dalam menangani dan menyikapi peredaran narkoba yang semakin marak dan meresahkan warga.

Hal tersebut disampaikan sejumlah perwakilan warga maupun tokoh masyarakat dalam kegiatan pengukuhan Kelompok Aksi Masyarakat Antinarkoba (Kama Narkoba), sekaligus sosialisasi
mengenai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu (11/3).

Kegiatan ini ikuti oleh perwakilan Kama Narkoba dari empat Kecamatan, yakni Kecamatan Bumiayu, Tonjong, Sirampog, dan Paguyangan. Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris BNK Brebes Urip Rosidik SIP, Aiptu Widodo SE selaku kasubag Bimas Polres Brebes, serta Camat Bumiayu H Amrin Alfiumar SIP MSi.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar upaya penanganan dan pengawasan peredaran narkoba. Seperti yang disampaikan Maksudi, kepala Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong.

Dikatakannya, peredaran narkoba yang terjadi saat ini sudah menjalar hingga ke wilayah desa-desa. Karenanya, dia berharap, aparat penegak hukum agar dapat meningkatkan bentuk pengawasan dan penanganan terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

Pihaknya meminta aparat penegak hokum untuk membatasi maupun menutup produsen, khususnya jenis miras, yang selama ini masih beredar.

’’Kami minta baik kepada petugas Kepolisin maupun BNK jika melakukan razia narkoba jangan sekali saja, namun berkelanjutan. Sebab, selama ini yang terjadi antara penjual miras, contohnya, dengan petugas yang merazia seperti kucing-kucingan. Karenanya, kami meminta setelah razia dilanjtkan dengan pengawasan. Kalau perlu, ’tongkrongin’ arungnya," ungkap Maksudi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh peserta lainnya dari Desa Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu. Dia berharap, agar dalam menindak pelaku narkoba, petugas memberikan sanksi yang tegas.

’’Saya pernah mengalaminya. Melaporkan pelaku narkoba hinngga akhirnya diproses hukum. Namun, ternyata dia kembali bebas hingga kembali berulah. Kami berharap, dengan dibentuknya Kama Narkoba ini mendapat dukungan dari aparat penegak hukum," jelasnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Aiptu Widodo menjelaskan, makna dari istilah penyalahgunaan narkoba. Barang yang dikonsumsi tersebut memiliki nilai manfaat, namun dalam penggunaannya kerap disalahgunakan. Sehingga, dampak yang timbulkan tidak sesuai dengan ketentuan dari produsen itu sendiri.

’’Jadi bukannya, kita membiarkan produsen untuk terus menciptakan barang terlarang, hanya saja disalahgunakan pemakaiannya. Kita sendiri telah melakukan penanganan maupun pengawasan sesuai dengan prosedur. Baik di lokasi yang dicurigai maupun sekolah-sekolah untuk mencegah peredarannya," terang Widodo.

Terkait lemahnya sanksi hukum terhadap pelaku, dia mengatakan, kejahatan Narkoba sudah menjadi tindak pidana yang harus di tuntaskan, sesuai dengan komitmen Polri. ’’Jika terjadi kasus yang melibatkan aparat, silakan laporkan langsung pada petinggi. Sebab, Kejahatan Narkoba sudah menjadi prioritas kami untuk dituntaskan," jelasnya. Dijelaskannya, dalam upaya penindakan penyalahgunaan narkoba, Polres Brebes terus meningkatkan kinerjanya di masyarakat.

Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya jumlah tersangka yang berhasil diamankan. Sepanjang tahun 2009 lalu, Polres Brebes berhasil mengamankan 22 tersangka dari 9 kasus yang terjadi. Sementara, periode Januari-Maret 2010 telah mengamankan 7 tersangka dari 4 kasus.

Sementara, BNK sendiri dalam upaya lebih mengintensifkan penanganan peredaran narkoba, khususnya di kalangan pelajar. ’’Kita akan lakukan razia dan tes urin, sebab usia sekolah ini merupakan usia rentan terhadap penyalahgunaan narkoba," kata Urip. (pri)

sumber: Radar Tegal

Minggu, 17 Januari 2010

Tabrakan Maut 1 Tewas 3 Kritis

 Ahad, 17 January 2010 
TONJONG - Satu orang tewas, dan tiga lainnya luka parah menyusul terjadinya kecelakaan lalulintas melibatkan sebuah mobilbox bernopol G 1423 P dengan sebuah kendaraan jenis pikup L 300 nopol G 1693 QG yang terjadi di ruas jalan utama Tegal-Purwokerto berada di wilayah Desa Tonjong Kecamatan Tonjong pada Sabtu (16/1) sekitar pukul 14.00.

Diperoleh informasi kecelakaan yang terjadi ditengah hujan deras tersebut bermula saat kendaraan L300 yang dikemudikan Dedi Irawan (31) warga Desa/Kecamtan Adiwerna, Tegal, mengangkut ratusan besi beton meluncur dari arah utara (Tegal). Setibanya di depan Markas Koramil Tonjong meluncur kendaraan Box yang dikemudikan Taryono (43) warga Desa Kendalserut, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Diduga karena kondisi permukaan jalan yang licin, kendaraan box berjalan oleng dan mengambil jalur berlawanan.

Akibat jarak yang terlalu dekat, masing-masing kendaraan tidak dapat menghindari kecelakaan. Hingga akibatnya tabrakan keras kedua kendaraan tersebut mengejutkan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian. Dalam waktu sekejap warga kemudian mendatangi kedua mobil yang mengalammi kerusakan sangat parah pada bagian depannya.

Keterkejutan warga semakin bertambah setelah melihat kondisi sopir mobil box yanb tewas dalam kondisi menggenaskan. Kepalanya terlepas setelah terhantam besi beton yang merupakan muatan mobil L 300. Sementara kernet yang duduk disampingnya diketahui bernama Suyitno (42) warga Desa Kudaile Kecamatan Slawi, Tegal dalam kondisi kritis.

"Kedua mobil bertabrakan dalam posisi saling berhadapat, akibatnya besi beton yang semula diangkut L300 terlempar hingga menembus kaca depan mobil box," kata Munawir (31) warga setempat. Luka cukup parah juga dialami pengemudi L 300 bersama kernetnya yakni Mustofa (31) warga Benjaran, Adiwerna, Tegal. Dibantu petugas dari Polsek Tonjong yang tiba dilokasi kejadian, keduanya dilarikan ke Puskesmas setempat, namun karena kondisi lukanya mereka kemudian dirujuk ke RS Kardinah Tegal. Sementara Suyitno kernet mibil box dirujuk ke RS langsung dilarikan ke RS Purwokerto setelah sebelumnya sempat mendapat penanganan di RSI Siti Aminah Bumiayu.

Terkait kecelakaan tersebut, Kapolres Brebes AKBP Beno Louhenapessy SIK MH dikonfirmasi melalui Kaposlantas Bumiayu Aipda Sisri mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pennyelidikan disekitar lokasi kejadian.

"Satu pengemudi tewas dan tiga lainnya luka parah, kita belum dapat menggali informasi dari para korban yang masih dalam kondisi luka parah. Namun demikin kita tetap melakukan oleh TKP. Masing-masing kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan," jelasnya. (pri)


Sumber: www.radartegal.com

Selasa, 12 Januari 2010

Harga Beras Merangkak Naik


selasa, 12 January 2010
BREBES - Harga sejumlah kebutuhan pokok berupa beras dan gula pasir terus melambung. Kondisi inipun terjadi di Kabupaten Brebes. Beras dengan kualitas sedang terus mengalami kenaikan harga. Dari yang sebelumnya Rp 5.300/kg, kini menjadi Rp 6.000/kg. Bahkan, di warung-warung perumahan harganya mencapai Rp 6.500/kg.

Sementara, untuk beras kualitas super, harganya mencapai Rp 7.000/kg. Menurut seorang pedagang beras di Pasar Induk Kota Brebes Diki Afriansah (30), kenaikan itu berjalan seminggu lalu bersamaan naiknya harga gula pasir.

’’Kalau penyebab dari kenaikan harganya kami tidak tahu. Kami mengikuti saja, seperti pedagang lain. Kemungkinan kenaikan itu karena berlangsungnya musim tanam," kata Diki kepada Radar Selasa (12/1). Terkait penjualan, lanjut Diki, sejauh ini tidak menunjukkan perubahan berarti. Dalam arti, penjualan masih berjalan seperti biasa.

Sedangkan, menurut Calon Ketua Umum Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Cabang Brebes Masruchi Bachro, harga beras di pasaran diprediksi akan terus melambung. Termasuk komoditi lain, seperti bawang merah maupun cabe keriting. (din)

Senin, 11 Januari 2010

Tebing Kritis, Linggapura-Guci Dialihkan


 Senin, 11 January 2010

TONJONG - Menyusul longsor yang terjadi pada Minggu (3/1) di ruas jalan Linggapura-Balapusuh masuk wilayah Dukuh Pamijen Desa Tanggeran Kecamatan Tonjong,


jalur transportasi yang juga merupakan penghubung wilayah Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes dan wilayah Guci Kabupaten Tegal mengalami hambatan. Longsor yang merusak bangunan talud sepanjang 50 meter dengan ketinggian 10 meter dari aliran sungai Pedes tersebut kondisinya semakin mengkhawatirkan dengan masih terjadinya longsor susulan, meskipun berskala kecil. 

Dikatakan Kades Tanggeran Mutaksidi, longsor susulan terjadi menyusul seringnya hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Longsor susulan tersebut mengakibatkan badan jalan semakin tergerus. "Saat ini ada cekungan baru yang disebabkan longsor susulan, sehingga badan jalan semakin sempit," ungkapnya Senin (11/1).

Dengan pertimbangan kondisi jalan yang masih rawan terjadinya longsor, untuk semetara ruas jalan tersebut hanya da[at dilalui kendaraan roda dua. Sebagai jalur alternatif bagi kendaraan roda empat bisa melalui rute, Lingggapura-Purbayasa-Watujaya-Kutayu.

"Penutupan sementara juga atas instruksi dari Muspida yang telah melakukan peninjauan dilokasi dengan didasari tingkat kerawanan lokasi tersebut," kata Mutaksidi. Untuk menyiasati terhambatnya jalur transportasi, khususnya bagi pengguna angkutan umum, saat ini sejumlah awak angkutan hanya melayani penumpang dari pasar Linggapura hingga titik lokasi longsor di dukuh Pamijen Desa Tanggeran. Selanjutnya para penumpang dapat meneruskan perjalanan menuju Balapusuh maupun Bumijawa dengan menggunakan angkutan yang ada di seberang titik longsor.

"Sementara warga yang menggunakan angkutan umum, menempuh perjalanan dengan cara estafet," lanjut Mutaksidi. Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Brebes IR Slamer Riyadi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, penanganan terhadap kerusakan yang terjadi akibat bencana alam tersebut berada dibawah kewenangan Kantor Kesbanglinmaspol Kabupaten Brebes.

"Karena itu disebabkan bencana alam, untuk perbaikannya kita akan menunggu koordinasi dengan kantor Kesbanglinmaspol. Kita akan menangani dari teknisnya saja," jelas Slamet. Sementara kepala Kantor Kesbanglinmaspol Kabupaten Brebes saat akan dikonfirmasi, tidak dapat dihubungi. (pri)

sumber:www.radartegal.com

Minggu, 10 Januari 2010

Biaya KTP Hingga Rp 23 Ribu

Ahad, 10 January 2010
BUMIAYU – Meski telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) bahwa tarif pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) senilai Rp 7 ribu, namun warga tetap saja harus merogoh kocek hingga Rp 23 ribu untuk selembar kartu identitas tersebut.

Meski teknis pembutan KTP telah diperbaiki dengan adanya Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK), namun prosesnya masih sering dikeluhkan. Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah soal kejelasan biaya.

Seperti yang terjadi di Kantor Kecamatan Bumiayu, dari keterangan sejumlah warga yang di temui Radar mengaku, mereka mengeluarkan biaya pembuatan KTP lebih dari ketentuan Perda. Yakni, sebesar Rp 23 ribu. Ahmad (40), seorang warga kepada Radar Jumat (8/1) mengaku, dia terpaksa mengeluarkan biaya Rp 23 ribu hanya untuk pembuatan KTP langsung jadi. Biaya tersebut telah ditentuan oleh petugas yang melayaninya di sana....’’Saya diminta membayar Rp 23 ribu untuk KTP langsung jadi," ungkapnya. Dikatakannya, dalam praktiknya selain pembuatan KTP langsung jadi juga ada pembuatan KTP yang bari dapat selesai selama 2-3 hari. Untuk pembuatan model seperti ini, pemohon dikenakan biaya lebih murah, yakni Rp 12 ribu.

Namun, bagi warga yang tinggal di daerah pedesaan, mereka lebih memilih untuk membuat KTP langsung jadi. Alasannya, jika harus menunggu 2-3 hari, mereka masih harus mengeluarkan biaya transportasi dari desa untuk menuju Kantor Kecamatan Bumiayu.

’’Daripada bola-balik, lebih baik mengeluarkan biaya lebih banyak. Toh, kalau dihitung-hitung biaya yang nantinya dikeluarkan untuk kembali lagi ke sini juga sama," ucap Ahmad. Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Kholipah (18) dan Alkomah (18), warga Dukuh Kali Menyawak, Desa Kalilangkap, yang memilih pelayanan KTP langsung jadi sekalipun ongkosnya lebih tinggi.

Padahal, di ruang pelayanan Kantor Kecamatan Bumiayu tersebut telah tertempel selebaran Perda yang berisi mengenai biaya pembuatan KTP. Dalam selebaran tersebut dituliskan biaya pembuatan KTP sebesar Rp 7 ribu, dan biaya pembuatan Kartu Keluarga (KK) Rp 5 ribu. Sementara, Camat Bumiayu HM. Amrin Alfi Umar SIP MSi saat dikonfirmasi mengenai tingginya biaya pembuatan KTP tersebut mengatakan, biaya tersebut bukan merupakan kebijakan yang dikeluarkan pihaknya.

Dikatakannya, biaya pembuatan KTP di Kantor Kecamatan Bumiayu telah sesuai dengan aturan Perda serta juga selebarannya telah dipasang di ruang pelayanan. ’’Nanti akan saya tanyakan pada petugas. Dan jika memang ditemukan, yang bersangkutan akan kita beri tindakan," tegasnya.

Dijelaskannya pula, tidak ada perbedaan pembuatan KTP langsung jadi maupun tidak langsung jadi. Terlambatnya pembuatan KTP hanya karena permasalahan teknis. Yakni, baik tingginya pemohon, perangkat pendukung, maupun terlambat memberi tanda tangan.

’’Jika pemohon tinggi (banyak, Red), tentunya pembuatan juga membutuhkan waktu cukup lama. Itu juga akan lancar jika peralatan teknis seperti komputer tidak mengalami kendala. Selain terlambatnya saya menandatangani karena dinas luar, sehingga biasanya terlambat dua atau tiga hari," jelasnya. (pri)

sumber: www.radartegal.com

Jumat, 08 Januari 2010

Ratusan Santri Demo Desak KPK Tuntaskan Kasus Korupsi di Brebes


Brebes, CyberNews. Ratusan santri dari seluruh Pondok Pesantren di Kabupaten Brebes bagian selatan, Jumat sore (8/1), melakukan aksi demonstrasi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan kasus korupsi di wilayah tersebut. Aksi itu mereka pusatkan di Kecamatan Bumiayu, dengan melakukan
longmuch di jalan protokol Bumiayu-Purokerto.

Selain para santri, ujukrasa juga diikuti gabungan aktivis LSM di Brebes bagian selatan. Demo mereka lakukan menyusul ditetapkannya Bupati Brebes H Indra Kusuma SSos sebagai tersangka kasus korupsi dugaan pengadaan tanah Rp 11 miliar di tahun 2003 lalu oleh KPK.

Meski sempat diguyur hujan lebat, tetapi aksi damai itu tetap berlangsung seru. Ratusan santri dan aktivis LSM mulai melakukan aksinya dari depan makam pahlawan Bumiyau. Mereka kemudian berjalan kaki menuju masjid Agung Bumiayu yang berjarak sekitar 3 kilometer.

Sambil membawa berbagai poster bertuliskan tuntutan, massa menyerukan yel-yel dukung KPK tuntaskan kasus korupsi di Brebes. Mereka melakukan aksi treatrikal dengan mengikat dua orang dengan kepala ditutup kain hitam sebagai simbol koruptor yang ditangkap, dan menghimpun tanda tangan dukungan ke KPK di kain putih.

Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB mendapat perhatian warga sekitar. Bahkan, menyebabkan jalur Bumiayu-Purwokerto tersendat. Aksi tersebut mendapat pengaman ketat dari jajaran Polres Brebes. Ratusan personel diterjungkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.

Koordinator Aksi Ujuk Rasa, Darwanto mengatakan, aksi yang dilaksanakan itu merupakan bentuk dukungan warga Brebes bagian setalan terhadap KPK untuk segera menuntaskan kasus korupsi di Brebes. Sebab, sejauh ini baru kasus pengadaan tanah Rp 11 M yang ditangani. Padahal, banyak kasus korupsi yang telah dilaporkan masyarakat. Disamping itu, hingga kini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal, pelaku yang diduga terlibat banyak. " Kami mendesak KPK segera menangkap para pelaku korupsi di Brebes ini," tandasnya.

Tiba di halaman Masjid Agung Bumiayu, massa menggelar orasi. Mereka mendesak KPK untuk menangkap seluruh pelaku korupsi di Brebes, termasuk bupati. Aksi diakhiri doa bersama yang diperutukan bagi Gusdur. Massa membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB.

sumber:http://suaramerdeka.com

Sabtu, 02 Januari 2010

Jateng akan Bangun 500 Perpustakaan Desa

ANTARA - Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Jawa Tengah, Yuliati mengatakan, pihaknya menargetkan akan membangun sebanyak 500 unit perpustakaan desa pada 2010 mendatang.

"Saat ini, penyebaran perpustakaan desa di Jateng belum merata," katanya di Semarang, Rabu.

Menurut dia, kendala yang dihadapi dalam pengembangan perpustakaan desa selama ini adalah tidak adanya tempat yang dimiliki pihak desa untuk membangun perpustakaan, selain keterbatasan sarana dan prasarana.

"Persediaan buku dan anggaran pemeliharaan juga belum mencukupi, serta pengelolaan perpustakaan desa juga diserahkan kepada Karang Taruna, sehingga
ada beberapa desa yang belum siap dibangun perpustakaan," katanya.

Ia menyebutkan, setiap perpustakaan desa akan mendapatkan bantuan sekitar 1.000 buku dan selama ini perpustakaan desa yang telah dibangun tersebut dinilai aktif beroperasi, meskipun ada beberapa hal yang belum tertata baik.

"Oleh karena itu, kami akan mengirimkan tenaga pustakawan untuk terus melakukan pembenahan-pembenahan terhadap kinerja dan pelayanan perpustakaan desa," katanya.

Selain melalui perpustakaan desa, penggalakan minat baca masyarakat juga terus dilakukan lewat pengadaan perpustakaan keliling, terutama untuk dioperasikan di sekolah-sekolah guna mendekatkan kepada para siswa.

Menurut dia, pihaknya menempuh langkah tersebut untuk menarik minat para siswa agar gemar membaca, karena dengan kehadiran perpustakan keliling di sekolah, para siswa dapat memanfaatkannya dengan baik.

"Pada tahun ini, kami juga telah mendapatkan bantuan lima unit mobil perpustakaan keliling yang dioperasikan di daerah Semarang, Purbalingga, Klaten, Surakarta, dan Banyumas," katanya.

Bahkan, kata dia, pihaknya juga berencana merintis pembangunan perpustakaan puskesmas di tingkat kecamatan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh keluarga yang tengah menunggu kerabatnya berobat atau masyarakat umum.

Ia menilai, upaya yang dilakukan sebaiknya tidak hanya sekedar pada pemberantasan buta aksara, namun ditindaklanjuti dengan penggalakan gemar membaca. "Setelah masyarakat bisa membaca, mereka harus didorong untuk gemar membaca," katanya.

Sebelumnya, Yuliati mengatakan, bahwa jumlah perpustakaan desa hingga saat ini memang belum merata, dari jumlah yang ditargetkan sebanyak 8.574 unit, baru tercapai sekitar 3.346 unit pada tahun ini.

"Perpustakaan umum di kabupaten/kota sudah merata di 35 daerah, perpustakaan rumah ibadah juga sudah merata mencapai sekitar 115.182 unit, namun perpustakaan desa memang belum merata," kata Yuliati.


Eropa Telah Menyatakan Perang terhadap Islam dan Al Qur’an

Menyusul keputusan Dewan Eropa baru-baru ini tentang larangan pengajaran fakta Penciptaan di sekolah-sekolah, pokok persoalan kedua yang bergulir dalam rencana adalah putusan Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) pada tanggal 9 Oktober bahwa pelajaran agama di sekolah-sekolah Turki adalah pelanggaran terhadap hak pendidikan. Dengan putusan ini, beragam pengubahan perlu dilakukan terhadap cara pengajaran agama di sekolah-sekolah Turki dan, menurut ECHR, bahkan pelajaran agama dengan cara bagaimanapun perlu dicegah.

Pada kenyataannya, pengubahan yang dimaksudkan di sini tidak memiliki tujuan selain menghapuskan sama sekali pendidikan agama, untuk memalingkan generasi muda dari keimanan kepada Allah (Tuhan) dan menanamkan pola pikir materialis dalam diri mereka. Keputusan melarang pengajaran Paham Penciptaan
di sekolah-sekolah berdasarkan keputusan Dewan Eropa yang diambil di awal Oktober memiliki tujuan yang sama. Kenyataan bahwa laporan yang dimaksud tersebut menetapkan bahwa hanya teori evolusi yang seharusnya diizinkan di kurikulum dengan jelas menyingkap kekhawatiran bahwa para siswa yang belajar tentang fakta Penciptaan tidak akan tumbuh menjadi materialis. Inilah mengapa Paham Penciptaan telah digambarkan sebagai ancaman bagi Eropa dan keputusan di atas telah diambil. Keadaan yang sama berlaku pada pelajaran agama yang saat ini diberikan di Turki. Khawatir terhadap para siswa yang belajar tentang Islam dan meninggalkan pemikiran materialisme, Eropa saat ini telah menganjurkan dihentikannya pelajaran agama di sekolah-sekolah dengan beragam alasan. Upaya Eropa adalah jelas: menyatakan perang terhadap iman kepada Allah dan Islam.

Tidak ada keraguan bahwa alasan bagi semua ini adalah pembongkaran rahasia ke seluruh dunia bahwa Darwinisme, dan materialisme pendukungnya, keduanya adalah penipuan. Kalangan Darwinis dan materialis telah dilanda ketakutan di hadapan karya Harun Yahya Atlas Penciptaan, yang menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup masa kini sama persis dengan nenek moyang mereka yang hidup di masa lalu. Mereka sadar bahwa mereka takkan mampu lagi menyebarluaskan penipuan itu sebagaimana telah mereka lakukan selama 150 tahun terakhir. Dunia kini telah menyaksikan bahwa teori evolusi Darwin adalah kebohongan yang sangat buruk. Filsafat materialis, yang mendorong ketiadaan agama, kini sedang berada keadaan sekarat dan di abad ke-21 umat manusia akan terbebaskan dari penipuan semacam itu, insya Allah, dan kembali pada tujuan hakiki penciptaannya. Takut dan terkejut oleh kenyataan ini, kalangan Darwinis-materialis kini tengah berupaya mengambil tindak pencegahan melawan perkembangan luar biasa ini. Tapi apa yang tamat, adalah tamat dan seluruh dunia kini tahu tentang penipuan Darwinis. Siswa sekolah kini sedang melancarkan serangan mereka sendiri melawan Darwinisme dan menolak mempelajari penipuan ini.

Apa yang diinginkan kalangan Darwinis-materialis adalah membangun masyarakat tanpa agama, tanpa sedikit pun keimanan kepada Allah. Namun kenyataannya, masyarakat tanpa agama akan semakin mendorong kemerosotan akhlak, meningkatkan peperangan, pembantaian dan pemberontakan yang mengiringi ketiadaan agama, dan menimpakan bencana bagi seluruh umat manusia. Apa yang perlu dilakukan adalah mendorong orang, khususnya kaum muda, untuk mengikuti nilai-nilai ajaran agama daripada memalingkan mereka dari agama dan menganjurkan filsafat materialis.

Alasan ketakutan yang dialami kalangan Darwinis Eropa sangatlah jelas: Mereka telah menyadari bahwa Penciptaan adalah kenyataan satu-satunya, yang kini telah diketahui seluruh dunia. Mereka membayangkan bahwa mereka mampu menghentikan perkembangan ini dengan melarang pelajaran agama dan menghilangkan Paham Penciptaan dari kurikulum. Mereka yakin mereka akan menang dalam peperangan yang mereka lancarkan melawan iman kepada Allah. (Sudah pasti Allah tak terkalahkan.) Mereka ingin yakin bahwa Darwinisme akan dianut dan diterima, meskipun mereka sangat tahu bahwa ini tidak akan pernah terjadi. Agama keliru atau kebohongan yang dibuat melawan iman kepada Allah tidak memiliki jalan bertahan hidup. Allah Yang Mahakuasa mengungkapkan hal senada dalam ayat-ayat-Nya:

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (QS. Al Anbiyaa’, 21:18)

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS. Ar Ra’d, 13:17)

Dengan keruntuhan pasti Darwinisme, pengaruh Darwinis banyak melemah dibandingkan sebelumnya. Berkembangnya nilai-nilai ajaran Islam adalah janji Allah dan akan, dengan izin-Nya, menjadi kenyataan. Isyarat-isyarat ini dapat disaksikan di seluruh dunia. Agama hak-Nya, dengan kehendak-Nya, telah menang. Kaum Darwinis tidak lagi mampu menyesatkan manusia. Permusuhan Eropa terhadap Islam tidak akan mengubah apa pun. Dengan izin Allah, sebagaimana halnya dengan setiap pemikiran menyimpang yang pernah melawan nilai-nilai ajaran Islam, serangan balik yang terkini ini, juga, hanya akan semakin menguatkan agama Islam.


Sumber:http://www.harunyahya.com/indo/berita/eropa_telah_menyatakan_perang.htm

Template by:
Free Blog Templates